Business Process Reengineering adalah metode yang mulai digunakan sekitar tahun 1995 oleh para praktisi dan merupakan hal yang paling penting kedua dalam manajemen teknologi informasi.
BPR mempengaruhi jasa informasi ( IS). IS telah menciptakan 3 teknik untuk menerapkan BPR pada CBIS, yang dikenal dengan 3-R yaitu :
Rekayasa Mundur adalah Proses menganalisis suatu sistem untuk mengidentifikasi elemen-elemennya antar hubungannya, serta untuk menciptakan dokumentasi dalam tingkat abstraksi yang lebih tinggi dari sekarang.
Restrukturisasi adalah Transformasi suatu sistem menjadi bentuk lain tanpa mengubah fungsionalitasnya.
Rekayasa ulang adalah rancang ulang lengkap suatu sistem dengan tujuan mengubah fungsionalitasnya.
BPR mempengaruhi jasa informasi ( IS). IS telah menciptakan 3 teknik untuk menerapkan BPR pada CBIS, yang dikenal dengan 3-R yaitu :
Rekayasa Mundur adalah Proses menganalisis suatu sistem untuk mengidentifikasi elemen-elemennya antar hubungannya, serta untuk menciptakan dokumentasi dalam tingkat abstraksi yang lebih tinggi dari sekarang.
Restrukturisasi adalah Transformasi suatu sistem menjadi bentuk lain tanpa mengubah fungsionalitasnya.
Rekayasa ulang adalah rancang ulang lengkap suatu sistem dengan tujuan mengubah fungsionalitasnya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar